Bukan Surga Terindah
Kata-kata terakhir Hanan terasa seperti ribuan duri yang menusuk hati.
Melihat Aida terisak pelan, Hanan tersadar. Dia baru saja melukai wanita yang begitu dia cintai. Lelaki itu pun menyesal, dan buru-buru menurunkan intonasi suaranya.
“Aida, aku minta maaf,” bisik Hanan, penuh penyesalan. Dia menarik rem tangan, lalu memegang tangan Aida dengan lembut. “Aku nggak bermaksud kasar. Aku Cuma ... aku lelah. Belakangan ini banak banget yang harus aku urus. Maafin aku, ya.” Jemari lelaki itu terangkat, menyeka air mata di wajah istrinya.
Hot Chapters