Tukang Pijat Super
godanya, meski matanya tetap menunjukkan rasa sakit yang masih terasa sedikit dari panasnya kuah tadi.
“Diam kamu!” Lilis melotot kecil sebelum bergegas ke kamarnya untuk mengambil celana gantinya. Tak lama kemudian, ia kembali dengan sebuah celana olahraga yang tampak sederhana. “Ini aja, ya. Yang penting kering dan enggak lengket,” ujarnya sambil menyerahkan celana itu pada Juned.
Juned menerima celana itu, lalu berdiri sambil merentangkan celana yang ada di tangannya “Aku ganti di sini saja, Tante. Tapi nanti jangan lupa ya, aku masih nunggu tebusan lainnya.”