KUBUAT KAU MENGEMIS CINTAKU
“Putri keguguran, Va. Dia sedang persiapan operasi kuret saat ini.”
“Kok bisa, Mas?” Aku tersentak kaget. Ingat sekali ketika dia pergi dengan penuh emosi meninggalkan rumah ini.
“Panjang ceritanya, Va. Cuma minta sampaikan saja pada Bapak dan Ibu. Cukup bantu doa.”
“Baik, Mas. Dirawat di mana, Putri, Mas?” Aku mengucap lemah. Rasanya tetap iba, walau Putri memang menyebalkan, tetapi dia tetap adalah adik kandungku sendiri.