Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

Tip… tip… tip… Huruf demi huruf tercetak indah. “Kalender Desember Tahun 750 – Penyusup dari Benua Bumi, He Sura.” Lalu ia mulai menulis, cepat, gesit, seperti seseorang yang sedang memusuhi tinta. “Pada Desember tahun 750, seorang penyusup rendahan dan hina dari dunia bawah, He Sura, telah masuk ke dunia atas dan membuat onar di Domain Immortal Suanwu.”
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai cerita aksara sunda
Baca
+Pustaka
SANG KUPU-KUPU MALAM

SANG KUPU-KUPU MALAM

ujarnya. Tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu akhirnya mendengus kasar, dia mendekati pakaiannya lalu merogoh saku celana yang tadi masih tergeletak diatas tempat tidur. Mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. “Ada apa kau meneleponku pagi-pagi?” tanya Barack yang dihubungi oleh Dante. “Aku memang sengaja menghubungimu karena hanya kau yang paling tahu Indonesia!” ucap Dante.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai cerita aksara sunda
Baca
+Pustaka
Suami Pengganti untuk Adara

Suami Pengganti untuk Adara

"Sun matahari?" "Silaturahmi bibir," celetuk Aksa yang tiba-tiba saja mencondongkan badannya pada Adara. "Danendra pengen silaturahmi bibir. Kasihan juga sih, dua percobaan gagal terus." Pletak! Aksa meringis ketika sebuah popcorn mengenai keningnya. "Enggak sopan, Dan," ketus Aksa. "Suruh siapa nyebelin?" tanya Danendra.
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai cerita aksara sunda
Baca
+Pustaka
Ranjang Ternoda

Ranjang Ternoda

Reina mempersilakan tante Citra masuk bersama teman lelakinya itu. “Ini lho yang Tante bicarakan kemarin, namanya Pak Sandi. Dia ini duda satu orang anak, sudah berpisah dengan istrinya dua tahun lalu. Ingat ‘kan yang waktu itu mau Tante kenalkan sebelum akhirnya kamu memberitahu Tante bahwa kamu akan menikah.” “Oh iya, Tante,” jawab Reina dengan senyum yang dia paksakan.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai cerita aksara sunda
Baca
+Pustaka
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

BERSAMBUNG [1] Kakak (sapaan untuk perempuan) [2] Istirahat [3] Memang [4] Begitu [5] Ramah [6] Sadar/tahu [7] Ceu/Ceuceu = Kakak (sapaan untuk perempuan yang dituakan) [8] Berdiam [9] Sihung = Taring [10] Sejenis hewan yang suka kentut sebagai senjata utamanya untuk menghindari lawan [11] Aki ganteng, deh. [12] Aku yang ikut terbebani [13] Menyesal aku beritahu
8.512.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 305 kali sebagai cerita aksara sunda
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

Meskipun aku ingin tertawa lepas, tapi aku tahan semua. Senyum tipis tersungging di bibir Dayu mendengar aku mengikutinya memanggil tante ke diriku sendiri, dapat aku lihat dari samping. Kalau tidak ada Mega, bisa dipastikan dia sudah aku maki. “Sari Sunda aja, ya.” Dayu membelokkan mobilnya ke jalan Juanda, tempat restoran Sari Sunda berada. Setelah mobil terparkir rapi, lelaki itu turun terlebih dahulu. “Aku cek persediaan kursi dulu ya, Tan.”
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 323 kali sebagai cerita aksara sunda
Baca
+Pustaka
Aksa!

Aksa!

Surat yang sudah ditinggalkan oleh Aksa selama lima hari. "Hei, gimana hari-harinya? Kenapa mukanya cemberut? Padahal nih ya, senior lebih cantik kalau tersenyum. Kalau senior baca surat ini, berarti kemungkinan besar aku sudah nggak ada di dunia ini lagi. Senior tau? Hari-hari yang aku jalani bersama senior sangat menyenangkan. Bintang-bintang yang kita lihat malam itu sangat indah ya? Malam di mana untuk pertama kalinya aku sadar kalau aku mencintai senior. Seorang sepertiku mencintai seorang bidadari seperti senior, bodoh bukan? Kadang Tuhan, hanya mempertemukan bukan mempersatukan. Kayak kita sekarang, kita hanya diberi waktu untuk saling berbagi kisah, bukan untuk saling bertukar rasa.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 377 kali sebagai cerita aksara sunda
Baca
+Pustaka
Warisan Darah Langit

Warisan Darah Langit

“Nenek bilang ini bagus untuk tulangmu yang hancur.” Aksara ragu sejenak, lalu meminumnya. Rasanya pahit, asin, tapi hangat. Begitu cairan itu masuk ke perutnya, Sutra Darah Langit bereaksi, menyerap nutrisinya dengan rakus. Tenaga dalamnya mulai pulih sedikit demi sedikit. "Dimana aku?" tanya Aksara, mencoba duduk. "Rumah," jawab anak itu. "Kami menyebutnya Nusa Antara. Tapi manusia daratan menyebutnya Pulau Hantu."
10984 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai cerita aksara sunda
Baca
+Pustaka
Dia Ibumu Bukan Pembantumu

Dia Ibumu Bukan Pembantumu

tambah Jelita, yang dia berlalu meminta izin menuju kamarnya. "Weladalah, Millen iki ora ngerti boso Jowo. Bapak e nggawe boso Sunda ae, mesakne dekne bingung dewe. Malah Joo dadi ngapusi dekne terus," lanjut Bunda. "Yowes lah, Nduk. Bapak e pake boso sunda saja." 'Yowes lah? Ya sudah, maksudnya? Oh, jadi kalau ma aku pake bahasa sunda, ya?' pikirnya.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai cerita aksara sunda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status