Putra Putri Bunga
Dan ketika senyum pria muda itu merekah, si anak perempuan merasa tak punya alasan lain yang menahannya untuk tak segera setuju.
Anak perempuan itu pernah membaca sebuah buku cerita bekas yang dia temukan di pinggir jalan, tergeletak bersama tumpukan buku-buku bekas dan koran yang diikat, menunggu untuk dibawa petugas sampah. Dengan ragu ia mengambilnya, sambil melirik kanan kiri takut ada yang melihat. Dibawanya buku itu ke belakang panti, ketika sedang tidak ada tugas dia biasa ke sana seorang diri karena waktu itu, dia belum dekat dengan Adelin dan belum ada Silvi. Dengan terbata karena masih baru diajari membaca oleh nenek pengurus panti, matanya mulai menjamah kata per kata yang mengunt
Hot Chapters