Diary Sang Kupu Kupu Malam
Tujuanku memang ke Ibu kota untuk merubah hidup keluarga yang memang sering mendapat hinaan dari tetangga, kami hanya oranng miskin.
Aku memang tak sanggup saat ini membelikan Ibu barang-barang berharga. Tetapi aku berjanji suatu saat nanti, jika aku mampu dan nasib baik menghampiriku. Semua apa yang Ibu mau akan aku belikan. Aku tak mau putus asa dan berlarut-larut dalam kesedihan. Tekadku tentunya sudah bulat, pantang bagi seorang perantau sepertiku pulang sebelum bisa menunjukkan pada orang-orang di kampung yang selalu mencibir dan menghina kami bahwa aku dan keluargaku memang tak pantas mereka hina. Aku berjanji, akan aku buktikan segera.
“Sudah bu,”