SHANIA
Shania kembali mengulang pertanyaannya hingga akhirnya anak itu pun menjawab pelan, "Aku tidak punya rumah, Kak. Aku sering pindah-pindah tempat untuk tidur. Aku juga tidak punya keluarga."
"Oh," desah Shania. Bagian terdalam hatinya tersentuh mendengar jawaban itu. Ada rasa pedih yang tidak ia sukai, yang membuat dadanya seolah sesak. "Baiklah. Aku tahu kemana aku harus membawamu," ucap Shania kemudian. Panti asuhan Permata Kasih adalah tempat yang langsung terlintas di kepalanya. Untuk sejenak ia terpikir, jika saja dulu Bu Lina tidak merawatnya, maka mungkin nasibnya akan sama seperti anak di depannya itu, menjadi anak jalanan.
"Tapi tunggu!" lanjut Shania. "Apa kamu sudah berhasil menemu
인기 회차