Bukan Menantu Biasa
“Merusak suasana aja. Iya deh, anaknya Mas Adnan Syarif, keponakan Amira pasti jadi orang paling hebat. Kamu harus sehat ya, tante selalu menunggu kedatanganmu, nggak ada yang bisa menyakitimu, tante akan menjadi garda terdepan untuk melindungimu. Kalau cewek, kamu akan seperti ibumu, jadi wanita hebat. Kalau laki-laki, kamu seperti ayahmu, lelaki hebat dan penyabar, tapi jangan kek beruang kutub plus kulkas dua pintu ya.”
Amira mengelus-elus perut Zafira yang masih rata. Adnan menatap tajam adiknya mendengar ucapan akhir Amira.
Zafira tergelak mendengar ucapan adik iparnya itu.
“Tante kabur dulu ya, Ayahmu garang. Tuh liat matanya, menyeramkan. Assalamualaikum ponakan tante, tante pergi du