PENDEKAR TAPAK DEWA
ucap Paduka Sandaka Dana kemudian, “sejak kemarin aku ingin memanggilmu, Ananda Mudu. Aku mendapat laporan, bahwa kautelah membuat puluhan pemuda di Uma Naru bertekuk lutut hanya dengan sekali gebrakan.”
La Mudu tersenyum malu-malu. “Oh dua hari yang lalu itu, Paduka. Itu hanya latihan kecil dan pendahuluan, Yang Mulia. Maksud hamba, sebelum kami dilatih oleh para jawara latih beberapa hari ke depan.”Namun dalam hatinya ia berkata, “Maksudku, pendahuluan sebelum aku mengirimmu ke neraka, orang tua jahannam!”