I WAS NEVER YOURS
Cheryl dan Mawar menunggu di bangku pohon pinus seperti biasanya, yang sudah dibuat bangku dari semen, dengan meja berbentuk bundar.
Cheryl menyeruput yogurt dengan lesu, sambil menopang kepalanya.
"Demi apa, hari-hari kuliah gini terus." Kilah Mawar.
"Dengar ya, Mawar, melati, semuanya busuk. Ini akan kita jadikan kenangan yang takkan kita lupa sampai tua. Apalagi, nanti aku jadikan, bahan cerita buat obrolan di ranjang nanti, sama suami." Otak Cheryl sudah berkelana ke masa depan. Bagaimana Joko menjadi suaminya. Dan mereka berbagi cerita bersama semasa muda. Cheryl akan bercerita, bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan suaminya nanti. Cheryl tentu akan ingat, karena ada Meredith yang s
Hot Chapters