Perempuan Teduh Kekasih Yakuza
Bahkan dokter kejiwaan pun hampir menyerah mencoba membuatnya normal.
"Berusaha lagi lebih keras!"
"Baik, Bos!" Hanya itu yang dapat dilakukannya. "Bos, pagi ini, kita akan berangkat ke Kyoto sebelum transaksi ke Okinawa dilakukan,"
"Aku tahu!" Akira mematikannya. Dia melemparkan ponsel itu dan menuju laci. Ada lukisan perempuan itu di dalamnya, sebuah potret kecil yang selalu dipandangnya sebelum tidur, berharap bertemu dengannya setiap malam. Di sisi lain kamar tersebut, ada sebuah pintu tertutup, di dalamnya semua tentang gadis itu ada di sana. Ia tidak berani membukanya, sebab sekali masuk, dia tidak akan keluar dari sana seharian. Ia kembalikan potret itu ke tempat semula.
Bab Populer