Tertawan Masa Lalu
"Kamu bilang hanya? Ah, iya juga. Aku bukan siapa-siapamu sekarang. Namun, entah mengapa, aku masih yakin kamu masih memiliki perasaan untukku."
"Jangan mancing-mancing, Dam!"
"Iya, maaf. Maafin aku, Inda. Aku lelaki yang brengsek. Nggak pantas bersanding untuk seorang Indana."
Indana menaikkan satu bibir. Kenapa jadi sedih begini suasananya? "Enggak perlu play victim. Sekarang semuanya sudah terang benderang. Sudah jelas. Terserah kamu mau mengakuinya atau enggak. Aku juga enggak bisa mengatur kamu harus bersikap seperti yang kuinginkan. Yang jelas, kita harus sama-sama move on. Nggak peduli sebesar apa perasaan kita satu sama lain. Mengenai luka yang kamu toreh, berdoalah, memohon ampun ke
Hot Chapters