Tolong Perlahan, Dokter Nate!
Tapi ternyata yang muncul adalah pria berkacamata dengan wajah ramah, orang yang tadi ia lihat berdiri di dekat dokter Nathan saat seminar berlangsung.
“Permisi, Nona Penulis, benar?” tanya pria itu sopan.
Ariel mengangguk bingung. “Iya, saya memang seorang penulis. Ada apa, Pak?”
Pria itu tersenyum kecil, lalu mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya, secarik kartu nama berwarna putih elegan, dengan tulisan: “Dr. Nathan Xander, Sp. And — Ruang Reproductive & Intimacy Therapy.”