SETELAH TALAK TIGA
tanyanya, otot leherku menegang, ingin sekali maju lalu mencekiknya sampai mulut pedas itu memohon ampun.
"Sudahlah, kamu membuat mood saya hilang pagi-pagi. Kamu harus menerima hukuman karna terlambat, sekarang pergi ke pantry buatkan saya kopi," ucapnya, netraku melebar, yang benar saja. Aku diterima sebagai sekretaris atau OG, sih? Damn!
"Tunggu apa lagi? Mau saya tambah hukumannya?"
Bab Populer