Jangan Baca Novel Ini!
Jari-jariku mulai menari di atas keyboard dengan kecepatan kilat, mengetikkan judul Bab 4 dengan huruf kapital tebal: DOMINASI LELAKI PERKASAKU.
Kalimat demi kalimat meluncur begitu saja dari kepalaku tanpa perlu berpikir panjang. Aku mendeskripsikan adegan di sofa tadi dengan sangat vulgar namun tetap menggunakan narasi yang indah. Aku menuliskan bagaimana tokoh Nara merasakan kerasnya milik tokoh Argan di bawah bokongnya, bagaimana napas pria itu memberat di lehernya, dan bagaimana tangan pria itu meremas pinggulnya dengan posesif.