Pernah baca cerpen 'Kotak Musik Nenek' di sebuah majalah sastra tahun lalu? Aku sampai nangis bombay di kamar gegara kisahnya. Bercerita tentang seorang gadis kecil yang menemukan kotak musik usang di loteng rumah neneknya, ternyata itu peninggalan almarhumah ibunya yang meninggal saat melahirkannya. Adegan ketika si nenek akhirnya membuka rahasia itu sambil memperbaiki musiknya yang rusak—uhuh, air mataku langsung kebablasan. Yang bikin makin sakit hati, endingnya si anak mainin lagu itu di konser sekolah persis seperti mimpi ibunya dulu. Gila, siapa yang tega bikin plot segitunya?
Cerpen ini unik karena pakai simbolisme kotak musik sebagai 'suara yang terpendam', plus hubungan tiga generasi yang rapuh tapi penuh cinta. Aku salut sama penulisnya bisa bikin pembaca investasi emosi hanya dalam 5 halaman. Setelah baca, aku langsung nelpon nenekku cuma buat nanya kabar. Efeknya kuat banget!