STATUS WA ADIK IPARKU
"Hey, Ibu hamil tidak baik nonton berita seperti itu. Bikin debar jantung meningkat, cemas, tak nafsu makan, lalu imbasnya, bayimu yang kena."
Aku meringis. Ibu mengambil segelas jus yang masih utuh di atas meja dan memberikannya padaku. Aku menerimanya, nyengir sebentar dan meneguknya pelan-pelan. Berusaha menghapus bayangan mengerikan dari benakku. Sebesar apapun perseteruan kami dulu, aku tak pernah berharap Riris sampai demikian nekat. Dia masih punya kesempatan untuk bertaubat. Meski tidak lagi bersama Radit, bukankah masih banyak jalan untuknya?
"Kata Reno, kamu nggak boleh kemana-mana."
Sikat na Kabanata