HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)
Michael duduk di sisi ranjang, matanya tak lepas memandangi pemandangan menggemaskan itu: pipi mungil Marvel menempel erat di dada ibunya, matanya terpejam, kedua tangannya mengepal seolah sedang berjuang mempertahankan posisi terbaik untuk "sarapan"
“Dia tidak mau lepas sejak tadi,” gumam Sahira pelan, menahan tawa sambil menyeka peluh di pelipisnya dengan handuk kecil. “Baru pertama kali, tapi sudah seperti pro. Seperti sudah sekolah laktasi sejak di dalam perut.”
Michael menyeringai, matanya berbinar penuh kebanggaan. “Tentu saja. Dia memang pandai menyusu. Siapa dulu ayahnya?”