Petaka Dua Garis
Jujur, aku tak mengenalnya sama sekali dan ucapan beliau barusan sungguh membuatku risih.
“Iya, Bu.” Aku menjawab sembari menyalami wanita paruh baya dengan kebaya kutu baru warna hitam tersebut.
“Saya Budiarti, teman masa muda Ummi kalian. Dengar-dengar, kamu ini tidak bisa punya keturunan, ya? Makanya dipoligami? Aduh, kok kuat, sih? Apa resepnya biar tahan diduakan begini? Salut saya!” Nenek berlipstik terang itu berkata dengan sangat menyakitkan. Enteng betul mulutnya bertutur.