Cinta yang Angkuh
“Agak terlalu privat, apa nggak gitu menurutmu? Tapi aku setuju, ini memang menyenangkan.”
Kirana sandarkan kepalanya di bahu Pasha, matanya tertuju pada layar. Sekitar lima belas menit setelah film dimulai, gambar di layar tiba-tiba berubah. Itu bukan lagi film yang mereka tonton. Di layar muncul rangkaian foto-foto indah dirinya. Setiap foto adalah potret candid yang diambil tanpa sepengetahuannya. Foto-foto itu berganti perlahan, diiringi alunan piano yang lembut. Rangkaian itu berakhir dengan sebuah pesan:
[Kirana, maukah kamu menikah denganku?]
인기 회차