Izinkan Suamimu Menikah Lagi
"Maafkan Nenek, ya, siapapun kamu? Maafkan Nenek yang pernah telat menyanyangi. Maafkan nenek yang pernah meragukan keberadaanmu."
Melihat mertuanya terus-terusan meneteskan air mata dan terisak, Nunik berusaha mengambil hati dengan menyusut tetesan itu di pipinya.
"Ibu, yang sabar ya? Bukan ibu saja yang sedih, tapi Nunik juga. Nunik sedih, karena adiknya Risma tidak terlahir sebagai bayi, melainkan hanya sampai pada tahap janin. IBu sabar dan tenang. Nanti juga Nabila akan hamil lagi kalau sudah waktunya. Udah ya nangisnya? Ntar ibu jadi jelek, lho!" Nunik berusaha menenangkan Bi Saropah. Beruntung, saat ini Nunik bisa berguna untuknya. Walaupun, tidak dengan ikhlas.
Bab Populer