SURAT WASIAT NENEK
Kembali kepada Bagas yang baru saja terbangun, karena lelahnya semalam, sampai lupa belum membuka surat dari neneknya, Bagas bangkit dari tempat tidurnya, berjalan kearah dia menggantungkan celana jeans yang berada didepan kamar mandinya, merogohkan tangannya kedalam saku celana jeansnya untuk mengambil surat tersebut, Bagas kemudian duduk dibalkon kamarnya dan perlahan membuka amplop tersebut, ada secarik kertas putih dengan tulisan neneknya, dibukanya lipatan kertas tersebut, Bagas mulai membacanya, airmatanya tak bisa tertahan, jatuh begitu saja membasahi kedua pipinya, saat terus membacanya, Bagas sedikit mengernyitkan alisnya, memaknai kata demi kata, setelah selesai membacanya, Bagas k