Tahta Kehormatan untuk Istri Setia
Narendra lalu menatap Bumi dengan senyum miring yang penuh kemenangan.
"Bumi, jujur saja, sebagai sesama laki-laki, aku sangat kasihan padamu," ucap Narendra santai. Ia mengunyah dagingnya perlahan, sengaja memamerkan kenikmatan di depan wajah Bumi. "Kau bekerja dari pagi sampai malam, bermandikan keringat, tapi jangankan membelikan Senja gaun yang layak, kau bahkan tidak bisa membeli sepotong daging untuk perutmu sendiri."
"Itu karena dia tidak punya otak bisnis, Naren!" sela Ranti, kakak Senja, sambil tertawa genit. "Otaknya cuma sampai di level mengantar kardus orang lain. Benar-benar pecundang."
인기 회차