Cinta Terlarang
Hingga desahannya memenuhi ruang keluarga itu, sampai akhirnya jeritan histeris tanda cairan kenikmatannya keluar.
“Ooouuuhh...Aarrrhhh... nikmatnya,” jerit Tara masih dengan memegang area sensitifnya.
Pak Alex sangat menikmati sekali apa yang dilihat di hadapannya. Dan sepertinya ia pun telah terangsang dengan yang telah dilakukan oleh Tara. Dan tanpa disadarinya, Tara telah berada di depannya, lalu karena rasa nikmat yang masih dirasa oleh denyutan pada area sensitifnya, membuat Tara menghampiri pak Alex yang saat itu rebahan dan menatap dirinya. Mendekati wajah pak Alex pada area sensitifnya, lalu ia menjejali bibir pak Alex dengan area sensitifnya yang sudah basah dan memohon pada pak Al