Godaan Mama Muda
Mereka lebih asyik bercerita, tertawa, dan sesekali saling meledek.
Radit membuka pembicaraan dengan suara pelan, "Dua belas tahun lalu, Papa nggak pernah menyangka hidup kita akan sampai di titik ini. Dari rumah kecil yang hampir roboh, tetangga pada kasihan, sekarang kita bisa bantu ratusan anak. Kadang masih kayak mimpi."
Maya menyandarkan kepalanya ke bahu suaminya, tangannya memeluk lengan Radit. "Yang paling penting, kita masih utuh. Keluarga ini masih lengkap. Itu yang paling berharga."