Hampir Dijebak Teman
"Paman, aku gatal sekali. Ayah sedang keluar, tolong garukkan pakai sumpit."
Di meja makan itu, putri temanku tampaknya terlalu banyak menyantap tiram. Akibat gejolak hormon yang tidak stabil, gairahnya melonjak drastis.
Dia mengenakan rok mini, kedua tungkai kakinya yang mulus terbuka ke arahku, memamerkan celana dalam putih yang menggoda.
Sudah bertahun-tahun aku hidup tanpa wanita. Begitu melihat area sensitif gadis muda itu yang sedikit mencekung, darahku langsung berdesir hebat.
Aku membuka resleting celana, mengeluarkan milikku, lalu menggoyangkannya di hadapannya.
"Apa enaknya pakai sumpit? Pakai punyaku saja untuk menggaruknya."