Jatuh Miskin Karena Selingkuh
Mama sempat menasihatiku agar tetap bertahan di sisi Mas Kun dengan menyikapi perbuatannya, jangan monoton menyikapi masalah.
“Suamiku datang ke rumah dengan membawa Kun yang masih bayi, hasil perselingkuhannya. Tapi bagaimana ia bisa punya bayi, sementara ia adalah pria mandul? Bukankah itu berarti selingkuhannya hamil dari lelaki lain, dan Kun bukan darah dagingnya?” curhat Mama.
“Ma—mandul, Ma?” tanyaku terbata, karena tidak percaya dengan Mama. Setahuku, keluarga Tuan Kun Harto subur makmur, pencetak generasi kaya raya yang handal di dunia bisnis.