Ada satu sosok dalam hidupku yang selalu membuatku tersenyum saat mengingatnya—bibi mudaku, Tante Riri. Dia bukan sekadar saudara, tapi更像 seorang kakak yang penuh semangat. Aku masih ingat bagaimana dia memperkenalkanku pada dunia buku dengan caranya yang unik. Setiap akhir pekan, dia akan membawaku ke perpustakaan kecil di sudut kota dan membiarkanku memilih apa saja yang ingin kubaca. Tapi bukan itu saja, dia selalu punya cara untuk membuat cerita-cerita itu hidup. Kami sering duduk di teras rumah, minum teh hangat, sementara dia menirukan suara karakter dari 'Harry Potter' atau 'Laskar Pelangi'.
Dia jugalah yang pertama kali membukakan mataku pada dunia seni. Awalnya aku hanya suka corat-coret biasa, tapi Tante Riri melihat sesuatu lebih. Dia membelikanku set cat air pertama dan mendaftarkanku di kelas menggambar komunitas. Kini, setiap kali kupegang kuas, aku selalu teringat bagaimana dia bersorak gembira saat lukisan pertamaku dipajang di pameran sekolah. Bibi mudaku tidak hanya memberiku hobi, tapi juga keyakinan bahwa aku bisa menciptakan sesuatu yang berarti.