Dilema Arini
Kamu malam-malam menghubungi aku apa suami kamu tahu]
[Enggak, dia lagi enggak di rumah, benar nih yang dua juta enggak dihitung hutang]
[Iya-iya, kenapa sih cerewet banget, kamu enggak berubah Rin masih seperti dulu]
[Iyalah mau berubah jadi apa?
[Jadi Mbak kunti😁]
[Hi ... Hi ... Hi😂] jawab Arini.
Arini tersenyum sendiri membaca pesan dari Wahyu, hatinya merasa terhibur membuat melupakan kejadian tadi siang.
[Ayo Rin kita bernostalgila, mengenang masa SMA kita dulu]
[Apa bernostalgila? Enggak ah, kamu saja yang gila😜]
[Kapan kamu nikah, Yu?]
Hot Chapters