Pembalasan Istri Kumal
Wajah-wajah itu kini saling pandang, hanya mbak Aini yang memutar bola matanya malas meladeniku, biar saja, memang seru sekali melihatnya begitu.
"Jeng Sri dengar dari mana?" Andini bertanya seraya mencolek Senja.
"Dari mana itu nggak penting Jeng, bisa saja bati, kayu bahkan ranting punya telinga sekarang." Ucapku dengan senyuman mengembang.
"Lagi pula buat apa juga kita ngomongin orang, sudah dosa, kalau nggak benar jadi fitah, bisa di tuntut penjara juga kan?"