Setelah Kamu Pilih Dia
Lina Astrianipilih aku atau diapilihan hatimupemeran di dia yang kau pilihaku tersesat menuju hatimu
Setiap kalimat mereka bagai jendela kecil menuju keberanian.
⸻
Di akhir sesi pertama, Dinda meminta mereka menulis satu paragraf: bukan tentang kisah mereka, tapi tentang harapan.
Beberapa menit kemudian, kotak obrolan dipenuhi potongan-potongan harapan sederhana namun menyentuh:
“Aku ingin suatu hari, menulis tanpa air mata.”
“Aku ingin mengenang, bukan membenci.”
“Aku ingin mengucapkan selamat tinggal pada rasa bersalah.”