Diary Sang Kupu Kupu Malam
“Coba kamu lihat Cecil….., dia aja baru naik mobil tamu dan pergi entah kemana. Sepertinya malam ini bakalan tebal kantong kita, yak an? hahahaa……”
Aku pun tertawa pada Cantika yang saat itu aku lihat sudah tak sabar lagi untuk segera terjun ke jalan, melakoni pekerjaan itu yang memang sudah lama dia tekuni di tempat itu. Ya, lebih dulu dibanding aku yang memang masih baru. Tetapi jangan salah pada temanku Cantika yang sudah senior itu . Wanita seorang kupu-kupu malam itu sudah tentu memiliki pelanggan tetap yang memang suka dengan pelayanan dan kepuasan yang dia berikan pada pelanggan.
“Tentu saja dong…., dan aku bisa beli gelang baru…….”