Dewa
"Setahun kemudian, negara kita diperintah oleh kancil-kancil itu. Pangeran sakit parah, akhirnya dia meninggal. Negara kita pun menangis darah, rakyat dilanda kesedihan yang tak kunjung berhenti. Bagaimana tidak, pangeran yang dikenal bijak dan bisa memberi kesejahteraan kepada rakyat itu, kini malah pergi meninggalkan mereka ke surga, sementara negara kita sedang dikuasai oleh kancil-kancil jalang. Lambat laun, kematian pangeran terdengar di telinga para kancil, nah semenjak itu para kancil berubah wujud menjadi manusia. Lantaran ingin sungguh-sungguh memimpin negara kita.
"Manusia yang memimpin dari jelmaan kancil itu, pandai menggelapkan harta negara, dan mahir memainkan hukum. Seenaknya
Hot Chapters