Tawanan Pewaris Psikopat
“Aku hampir menyusulnya, sampai kamu muncul. Kamu mungkin lupa peristiwa di rumah sakit,”
Meta mencoba mengorek memorinya selama di rumah sakit. Dia memang sering berkunjung ke tempat Yoona bekerja. Tak disangka pernah bertemu Charlie.
Mata gadis itu membulat, seperti menyadari sesuatu.
“Iya, itu aku. Waktu itu, aku hampir menyerah, sampai kamu datang dan mengatakan akan selalu ada alasan untuk bertahan hidup. Kemudian, kamu menjadi alasan untukku tetap hidup,” ungkap Charlie mengulas senyum. Pertama kalinya, Meta bisa melihat mata sendu dan emosi yang terkubur dalam diri Charlie.
Hot Chapters