Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
THE HUMAN BEAST

THE HUMAN BEAST

Saya benci bahwa saya sekarang "melihat" lebih mudah dalam gelap daripada dalam terang. Dalam kegelapan, semuanya masuk akal. Aku benci ini. Aku begitu kikuk selama sepuluh hari pertama atau lebih sehingga Charlie melakukan lagi nomor hanyut ke toko roti dan tutup pintu. Astaga, dua kali dalam dua minggu: Aku pasti merasakan sakit yang lebih parah di pantat daripada yang kusadari. Berengsek. Dia berkeliaran di sekitar toko roti selama satu menit seperti sedang memikirkan apa yang harus dikatakan. Saya tahu lebih baik; dia memikirkan hal ini sebelumnya. Ketika aku masih tinggal bersamanya dan Ibu, aku biasa melihatnya berjalan-jalan di sekitar rumah dengan cara yang tidak benar, memikirkan ap
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai charlie and the chocolate factory
Baca
+Pustaka
Kiki's Journey

Kiki's Journey

Ferdy juga bukan anak dari orang yang tidak mampu sebenarnya, hanya saja di terminal ini dia merasa bisa melupakan masalahnya di rumah. "Bang, kalo dia mau makan atau minum kasih aja, ya. Nanti catet, aku yang bayar," ucap Ferdy pada pemilik warung. Dan, sejak itu dia membayar semua makanan dan minumanku di warung itu. Ferdy juga memberiku sebuah jaket berwarna coklat yang di tulisinya sendiri dengan tangannya, sebuah nama dari seseorang yang terkenal, yang aku bahkan tidak tau siapa. 'SLASH' itulah nama yang dia tulis di belakang jaket itu. Ferdy sangat mengidolakannya.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai charlie and the chocolate factory
Baca
+Pustaka
Devil (Indonesia)

Devil (Indonesia)

penerangan dengan lampu berwarna oranye yang redup dengan sangat sedikit sinar matahari. Kami berjalan menuju kamar dan masuk ke dalam. Di sana..ada Charlie yang sedang mengetik di laptopnya di atas ranjang besar. Aku takjub. Di ruangan model seperti ini..ia masih bisa menggunakan benda canggih semacam laptop? Impressive.
1038.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 847 kali sebagai charlie and the chocolate factory
Baca
+Pustaka
Dijerat Mantan Suami Agar Aku Mau Kembali

Dijerat Mantan Suami Agar Aku Mau Kembali

Aroma roti panggang yang berubah terasa masam masih tercium samar di hidung Hazelt, saat ia berjalan meninggalkan toko roti besar dan padat pengunjung. Senyum tipis mengembang di bibirnya, kantong kantong kertas berisi croissant kesukaannya terasa ringan di tangan kirinya. Ia telah mengantongi rahasia Charlie, sekarang ia hanya butuh mencari waktu yang tepat untuk membicarakannya dengan Charlie.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai charlie and the chocolate factory
Baca
+Pustaka
The Ugly Duckling

The Ugly Duckling

Semua kini ia lewati sendiri. "Kak, coba tebak teka-teki ini. Sebenarnya ini ciptaan Altan sih. Tapi seru juga. Jorok dikit nggak apa lah ya? Namanya juga ciptaan Altan. Item, kuning, ijo. Apa itu, Kak?" "Kue lapis." "Salahhh!" "Rainbow cake." "Ish. Mana ada rainbow cake atasnya item?" "Jadi apaan dong?"
9.750.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai charlie and the chocolate factory
Baca
+Pustaka
Secret of Federlin

Secret of Federlin

Beruntung, Gale sudah menelan cairan cokelat di mulutnya, jika tidak ia yakin akan mengotori sofa putih gading ini. Charlie baru akan duduk di sebelah Gale dan memeluknya, saat Charlie teringat sesuatu, ''Oh, benar, aku belum mengatur asrama untukmu.'' Wanita itu berjalan terpogoh-pogoh menuju mejanya. Dia berhenti sejenak sebelum berbalik, menatap Gale dengan mata berbinar, ''Aku akan memberimu kamar paling spesial.'' Tanpa menunggu Gale menjawab dia sudah membuat panggilan. Berbeda dengan Caesar yang menggunakan gelembung untuk membuat panggilan, Charlie menggunakan bola transparan sebesar telapak tangan. Bola itu mengambang dan memancarkan warna biru tua, yang menandakan jika panggilan te
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai charlie and the chocolate factory
Baca
+Pustaka
CARAMEL CHOICE

CARAMEL CHOICE

Mulutku kini membisu, berusaha menahan jeritan keras yang sudah lebih dahulu meledak di dalam hatiku. “Bibi, ayo pulang. Mengapa Bibi tidur di ruangan dingin ini. Caramel sudah membelikan buah Pir kesukaan Bibi,” ucapku memegang erat tangan bibi yang dingin dan berusaha tetap tersenyum walaupun rasanya seperti tercekik oleh kenyataan pahit.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai charlie and the chocolate factory
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta Yang Berdosa

Gairah Cinta Yang Berdosa

Pun Charles menyusul sambil menggendong Caitlin. Di sisi lain, Charlie melihat ada patung dinosaurus yang menarik perhatiannya. Bocah laki-laki itu sampai tak memedulikan tadi dirinya ingin membeli gelato. Sekarang yang membuatnya merasa tertarik adalah patung dinosaurus. Jadi, dia memilih untuk melihat dulu patung itu. “Wah, bagus sekali!” kata Charlie dengan senyuman di wajahnya, menatap patung dinosaurus itu.
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai charlie and the chocolate factory
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status