Kiki's Journey
Aku hanya memikirkan adikku, bagaimanapun aku pernah merawatnya seperti anakku sendiri dulu itu.
Terpaku saat aku berada di depan rumah itu, pemandangan yang ku lihat melebihi bayanganku. Mama terbaring di kasurnya tak berdaya. Air mata berderai memanggilku untuk mendekatinya. Air mataku ikut tercurah saat aku menghampirinya. Ku peluk tubuh ringkih itu yang mengeluarkan hawa panas. Mereka hanya tinggal berdua, di sebuah gubuk kecil Berukuran 2x2 meter. Suaminya meninggalkannya dengan begitu banyak hutang, untuk seorang biduan keliling yang dikenal di jalan. Semua emosi, sakit hati dan amarahku pada ibuku, seketika hilang saat itu.
"Kenapa, Ma?" lanjutku lagi, kembali menyapa saat tak kudenga
Hot Chapters