Luka Yang Sisa Kenangan
Waktu itu, Luna duduk tenang di sudut ruangan, jari-jari lentiknya menari di atas keyboard, tampak begitu berbeda dari suasana gemerlap di sekelilingnya.
Albert tidak langsung maju untuk menyapanya, melainkan hanya memberi isyarat pada pelayan untuk mengantarkan segelas jus jeruk segar, lalu bersandar di bar, diam-diam menikmati pemandangan Luna yang sedang bekerja.
Awalnya, mereka berdua memang tidak mungkin bisa saling berhubungan.
Sampai suatu kali, ada orang mabuk yang membuat keributan dan mencoba melecehkan Luna. Albert maju membela, menghajar orang itu dan sejak saat itulah hubungan mereka mulai terjalin.
Hot Chapters