Tukang Pijat Tampan
Lalu ia duduk di kursi dapur itu, berhadapan dengan Dea.
“Kak Dea suka seni?” tanya Adit memecah suasana canggung. “Di ruang tamu, bahkan di dapur ini, aku melihat ada banyak benda seni…”
“Ya. Dulu aku punya banyak teman yang kuliah di kampus seni. Aku beli dari mereka sih. Jadi murah. Saat mereka pameran kecil-kecilan dulu pas kuliah, aku pasti beli kalau ada yang aku suka. Itu investasi juga sih. Siapa tahu, salah satu dari penciptanya kelak menjadi seniman besar. Bisa dapat jackpot kan aku. Beli harga lima juta misal. Dua puluh tahun lagi, dia menjadi seniman mendunia… kalau aku jual lagi karyanya, dan itu adalah karya bersejarah di mana dia masih kuliah… maka harganya bisa… lebih dari 1