Jebakan Istri Kontrak: Sang Pewaris Yang Terlupakan

Jebakan Istri Kontrak: Sang Pewaris Yang Terlupakan

last updateTerakhir Diperbarui : 2025-08-16
Oleh:  Ethan ZacharyOngoing
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Belum ada penilaian
33Bab
765Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Alina Larasati kehilangan segalanya dalam semalam. Keluarganya bangkrut, ayahnya meninggal secara misterius, dan ia dipaksa hidup dalam kemiskinan, jauh dari kemewahan yang pernah ia kenal. Satu-satunya tujuannya kini adalah balas dendam kepada keluarga Adhitama, korporasi raksasa yang ia yakini telah menghancurkan keluarganya. Kesempatan emas datang dalam bentuk tawaran yang mustahil ditolak. Damian Adhitama CEO muda, tampan, dan terkenal dingin membutuhkan seorang istri kontrak untuk mengamankan posisi dan warisannya. Damian memandang Alina tak lebih dari seorang gadis biasa yang mudah dikendalikan, bidak sempurna dalam permainannya. Damian tidak tahu, gadis yang ia anggap polos ini adalah seorang pemangsa yang menyamar. Alina menerima pernikahan itu, menjadikannya jalan masuk sempurna ke jantung pertahanan musuh. Di siang hari, ia adalah istri patuh yang memesona; di malam hari, ia adalah peretas ulung yang mengumpulkan bukti untuk menjatuhkan Damian dan kerajaannya. Namun, di antara sandiwara dan tatapan dingin, percikan tak terduga mulai menyala. Hati Alina yang beku oleh dendam mulai mencair oleh perhatian Damian yang tak terucap. Damian pun menemukan dirinya tertarik pada wanita yang penuh teka-teki ini.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Pertemuan Tak Terduga

I was dressed up like a zombie and locked inside a transparent glass coffin.

"Please... let... me... out. I'm having a panic attack..."

My claustrophobia had triggered a severe asthma attack. Clutching my throat in agony, I begged the brothers standing beside the coffin to let me out.

My heavy gasps and trembling voice made it nearly impossible to piece together a coherent sentence.

"Her voice does sound a bit off."

My second brother, Donald, suggested, "Maybe we should just let her out."

My eldest brother, Raymond, seemed to remember something as well. He yelled out in a panic, "Right! I remember now. Sarah has claustrophobia! That might be why she's so scared..."

As he spoke, he stepped forward to come to me, but Tiana blocked his path. She pouted unhappily. "Brothers, I haven't had enough fun yet!"

"I knew Sarah was afraid of dark, cramped spaces, that is why I didn't play this game in a dark room. Instead, I thoughtfully chose this glass coffin for her.

"I was so considerate of her, yet she's still playing the pity card in front of you guys! She just wants to ruin my game!”

Raymond and Donald exchanged glances and nodded slightly.

"Tiana is right. This is a transparent coffin and all of us are here watching over her, how could she have a panic attack?"

"I doubt she's having an actual attack. She's likely just using us to ruin Tiana's mood."

Donald kicked the coffin in dissatisfaction, his tone growing cold. "Quiet down in there! It’s been so long since Tiana got lost and it's rare to find something that actually makes her happy. To make her know she feels valued by us, we have to keep going!"

Despair washed over me even more heavily.

The lack of oxygen was making my vision spin.

I stopped begging them for help and started pounding frantically on the glass.

Feeling it loosen slightly, I desperately dug my fingers into the seam. Ignoring the piercing pain, I tried to pry the glass open with my fingernails.

However, the glass lid was simply too heavy.

Just as I was about to succeed, Tiana noticed my movements. She immediately stepped forward, blocked her brothers' line of sight and pressed down hard on the glass surface.

"Ah!"

I screamed out in pure agony. My fingernails snapped all at once, leaving my fingertips a bloody, mangled mess.

The brothers were startled by my bloodcurdling scream.

My third brother, James, rushed over and pulled Tiana away.

Seeing the streaks of blood on the glass, he panicked and exclaimed, "Blood! Sarah! What happened to you? You're really hurting badly, I'll let you out right now."

He quickly brought out the key to the coffin.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
33 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status