Sentuh Aku Lagi, Sayang!
“Aku di sini, Sayang. Selalu.”
Irama mereka semakin cepat, menuju puncak yang sudah di ambang. Dara menggigit bibirnya sendiri, mencoba menahan suara, tetapi Rendra berbisik di dekat telinganya, “Jangan ditahan. Aku mau dengar kamu mendesah.”
Dan Dara menurut. Suaranya pecah di udara, bercampur dengan erangan Rendra yang dalam, menciptakan simfoni malam yang hanya mereka berdua bisa ciptakan.