Bias Cinta
Terasa penuh beban dan luka.
“Jadi, aku sangat berharap, besok pagi adalah hari terakhir kita ketemu,” lanjut Cinta terus menatap keluar jendela. “Aku juga nggak akan datang ke persidangan, karena semua sudah kuserahkan sama mas Arif. Jadi, setelah besok, tolong jangan hubungi aku lagi. Andai suatu saat kita nggak sengaja ketemu, anggap kita nggak pernah kenal dan nggak perlu bertegur sapa. Dan terakhir, aku berdoa semoga … kamu nggak akan pernah bahagia dengan Cia.”
Bias melepas tawa remeh. “Aku hargai kejujuranmu, yang nggak ingin aku bahagia dengan Cia. Tapi, aku jamin kami pasti bahagia karena kami saling mencintai.”