Kujual Suamiku di Status Facebook
“Bismillah, kita sama-sama belajar lebih baik. Mas tahu, seseorang di masa lalu kita memang tidak akan terhupus, atau terlupakan. Ada tempat kenangannya tersendiri di relung hati. Namun, Mas harap sama kamu, dan diri Mas sendiri, untuk menyiapkan hati agar benih cinta di anatra kita bisa tumbuh.”
“Insyaalah, bisa, Mas.”
Aku genggam tangan Mas Hafidz. Tidak pernah menyesal menjadi istrinya. Dia pintar menempatkan perasaan. Dia tahu, mana yang harus menjadi fokusnya dalam hidup ini. Aku tahu, kisah ini tidak akan mudah, pasti banyak rintangan yang akan menghadang. Paling tidak, berbekal keyakinan pada pemilik kehidupan, dengan berpegang pada syariat, insyaallah kesulitan atau rintangan bisa te
Hot Chapters