Bias Cinta
“Cinta segi tiga.”
“Aku rasa begitu.”
“Kenapa jauh-jauh minta tolong sama aku?” tanya Dinda, “kan, suamimu punya Yosep? Asisten pak Danuar itu, kan, bisa disuruh apa aja.”
“Sudah. Mas Bias sudah–”
“Eh, apa? Mas Bias?” Tawa Dinda kembali pecah. Memberi tatapa meledek pada Cinta.
“Mau gimana lagi,” ucap Cinta mencebik lalu tertawa kecil. Sedikit tersipu malu, karena telah menjilat ludah sendiri, “dia itu bakal jadi papa anak-anakku, jadi ya–”