Ada sesuatu yang magnetis tentang dinamika love-hate—seperti rollercoaster emosi yang terus menarik kita kembali. Aku pernah terlibat dalam hubungan seperti ini, dan meskipun awalnya terasa menggairahkan karena ketegangan dan drama, lama-kelamaan itu justru menguras energi. Ketergantungan pada momen 'high' dari rekonsiliasi setelah pertengkaran bisa menjadi candu, tapi apakah itu sehat? Dari pengalaman, hubungan seperti ini sulit bertahan jika tidak ada upaya untuk mengubah pola komunikasi. Kedua pihak harus mau berkompromi dan belajar mengelola konflik dengan lebih dewasa. Kalau tidak, siklusnya hanya akan berputar-putar sampai salah satu lelah.
Tapi, bukan berarti hubungan love-hate selalu gagal. Beberapa pasangan justru tumbuh lebih kuat karena melalui fase ini. Kuncinya adalah kesadaran bahwa cinta saja tidak cukup—butuh kerja keras untuk mengubah kebiasaan toxic. Aku pernah melihat teman yang awalnya selalu bertengkar akhirnya bisa membangun hubungan stabil setelah mereka sepakat untuk konseling. Jadi, mungkin bisa bertahan lama? Iya, tapi dengan syarat: kedua pihak harus benar-benar mau berubah.