Ada satu momen dalam hidup ketika perasaan yang tulus tidak berbalas, dan itu seperti ditampar oleh kenyataan. Tapi menurut psikolog, ini justru kesempatan untuk belajar tentang ketahanan emosional. Pertama, akui bahwa sakit hati itu valid—jangan buru-buru memaksa diri untuk 'move on' dalam semalam. Proses ini butuh waktu, dan memendamnya hanya akan memperpanjang luka.
Kedua, coba pisahkan antara penolakan dan harga diri. Ditolak bukan berarti kamu tidak layak dicintai. Psikolog sering menyarankan untuk melakukan 'self-reparenting': perlakukan diri seperti seorang sahabat yang sedang sedih. Tanya, 'Kalau temanku mengalaminya, apa nasihat yang akan kuberikan?' Terakhir, alihkan energi ke aktivitas yang membangun—mulai hobi baru, eksplor musik, atau bahkan nonton ulang series favorit seperti 'The Office' untuk mengisi ulang serotonin.