The Devil Love Me!
“Cinta terdengar konyol, aku lebih rela dipanggil penjilat.”
“Oh my oh my,” cetus Bianca sembari menggelengkan kepala. “Kau itu yang konyol, kalau tidak cinta— atau setidaknya suka, lalu kenapa kau mengajaknya berhubungan, Tesa?”
“Entahlah, mungkin aku tertarik dengannya secara seksual, lihat sendiri ‘kan Bi dia cukup seksi.” Tesa menimpali serampangan, raut wajahnya santai serta nada suaranya juga terdengar ringan. “Baiklah kalau begitu, aku harus lanjut kerja.”
Hot Chapters