Terjerat Takdir Tuan Saka
titah Saka dengan suara rendah, namun sebenarnya ia sedang menahan diri agar tak membentak wanita di hadapannya.
"Kenapa sih emangnya??" Tak mendengarkan perkataan Saka, tangannya justru menyentuh dada Saka, mencoba membuka kancing atas kemeja lelaki itu.
"Clara, jangan!" larang Saka tegas. Tangannya menahan pergelangan tangan Clara agar tak meneruskan.
Clara tersenyum getir, namun tangannya tetap bergerak. "Ayo, jangan sok suci. Kamu pasti kangen juga, kan? Jangan bilang kamu masih belum bisa…"