NAMA PEREMPUAN YANG KAU SEBUT DALAM DOA
Clarissa berdiri pelan, mengambil jaket, memasukkan beberapa dokumen ke dalam tas, dan menggenggam foto kecil — dirinya, Raihan, dan Zahra tersenyum di taman waktu itu.
Senyum yang ia jaga dengan susah payah, jangan sampai retak lagi.
“Maafin Mama, Zahra,” bisiknya lembut, menatap anaknya sejenak sebelum menutup pintu perlahan.
Hujan semakin deras ketika Clarissa tiba di stasiun. Nafasnya memburu, matanya mencari-cari jadwal keberangkatan.
“Kereta tujuan Bandung, berangkat pukul 08.45,” kata petugas dengan suara datar.
Hot Chapters