ANAK TUKANG CUCI PIRING
“Tanggal sembilan belas, Teteh.”
“Baik. Berarti baju resepsinya dua kali ganti, ya. Yang merah maroon sama lilac,” ucapku lagi, wanita yang usianya mungkin sepantar dengan Sri itu mengangguk tersenyum.
Setelah selesai berbincang, mereka memberikanku uang sebagai kesepakatan kerja sama.
“Alhamdulillah, Teh. Seminggu ke depan kita full ngejob,” kata Abel sambil menyunggingkan senyum saat dia juga menerima uang pembayaran untuk jasa henna miliknya.