Tergoda Pesona Ibu Mertua
Aku mengangguk, menyentuh leherku, merasakan tanda kecil yang selama ini tidak kuhiraukan.
“Iya, Bu. Aku memang punya tanda lahir di leher belakang,” kataku, dan mereka tersenyum lega.
Aku mulai bercerita tentang hidupku, suara penuh nostalgia. “Aku besar di panti asuhan. Orang-orang di sana baik-baik, sayang sama aku. Tapi ternyata hidup nggak gampang. Aku pernah kelaparan, nggak makan berhari-hari, ngamen di jalan buat cari duit. Pernah cuci piring di warung demi bayar kuliah. Tapi aku terus bekerja keras, hingga lulus kuliah dan dapat nilai yang memuaskan. Sekarang aku sudah kerja sebagai desainer grafis, hidupku mulai berubah secara perlahan."